
Saat saya masih duduk di bangku sekolah, yang saya rasakan adalah banyak peraturan yang tujuannya mendidik dan mendisiplinkan murid. Misalnya, murid harus datang tepat waktu atau murid dilarang merokok. Saya yakin, setiap peraturan yang dibuat oleh sekolah semata-mata adalah agar anak didiknya dapat menjadi generasi yang baik, yang dapat menjadi harapan bangsa. Namun, pada faktanya di lapangan, masih banyak juga murid yang melanggar tata tertib yang telah dibuat oleh pihak sekolah.
Mengapa hal itu bisa terjadi? Saya ingat perkataan dari salah satu guru saya, beliau berkata “Guru itu adalah di Gugu dan di Tiru.” Mari berpikir. Mungkin ini yang menjadi salah satu penyebab mengapa masih banyak murid yang melanggar tata tertib, seperti terlambat datang ke sekolah atau merokok di sekolah.
Yang saya tahu, peraturan dibuat oleh pihak sekolah. Dalam hal ini adalah dewan guru. Namun, pada faktanya di lapangan, guru (sebagai pembuat peraturan) ternyata banyak juga yang memberikan contoh tidak baik bagi muridnya. Tidak sedikit guru yang sering terlambat datang ke sekolah. Dan tidak sedikit pula guru yang merokok di hadapan anak didiknya.
Berdasarkan hasil saya bertanya-tanya pada beberapa murid di salah satu SMA tentang alasan mereka terlambat datang ke sekolah. Sebagian besar menjawab, “Karena gurunya juga suka terlambat ke sekolah”.
Perlu saya jelaskan, tulisan ini bukanlah untuk menurunkan elektabilitas guru. Sungguh, guru bagi saya adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Tanpa guru, saya tidak akan memiliki ilmu dan wawasan.
Namun, yang harus dipikirkan adalah bagaimana cara seorang guru dapat memberikan contoh yang baik bagi murid-muridnya. Bagaimana mungkin kita dapat mendidik murid-murid agar tidak datang terlambat ke sekolah, namun kita juga sebagai gurunya justru malah datang terlambat ke sekolah. Ini yang harus di ubah.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Ibda binafsik!” Artinya, mulailah dari dirimu sendiri. Seandainya kita menginginkan murid yang dapat disiplin tepat waktu, maka kitalah sebagai guru yang harus mencontohkannya terlebih dahulu. Sangat tidak rasional jika kita menginginkan murid yang disiplin, namun gurunya tidak.
Saya rasa Kepala Sekolah dalam hal ini sangat berperan. Agar dapat menertibkan guru yang kurang disiplin. Jangan sampai elektabilitas guru menurun hanya gara-gara beberapa orang yang kurang disiplin.
Dengan guru yang dapat memberikan contoh baik, insyaallah murid pun terbentuk menjadi anak yang baik. Dengan demikian, akan terwujudlah cita-cita setiap sekolah yang memiliki lulusan/alumni yang baik, disiplin, dan sebagainya.